Saturday, November 23, 2019

PENDEKATAN PENDIDIKAN YANG BERBASIS ISLAM KHUSUSNYA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN


jurnal:
PENDEKATAN PENDIDIKAN YANG BERBASIS ISLAM KHUSUSNYA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN



DESRAN BANGALO

DOSEN PENGAMPUH:
MUNAWIR SYAFAR, M.pd



Abstrak
Ilmu pengetahuan pada hakikatnya bersumber dari Allah s.w.t. yang kebenarannya bersifat mutlak. Kebenarannya bisa dibuktikan melalui dua pendekatan, yaitu iman dalam aspek (metafisik) Dan akal dalam aspek (fisik) dalam beberapa persoalan, kebenaran akal dapat memperkokoh keyakinan manusia terhadap agamanya dengan demikian dalam berbagai bidang keahlian tersebut sebenarnya bukanlah pencipta ilmu, tetapi penemu ilmu, penciptanya adalah tuhan. Atas dasar paradigma tersebut, seluruh ilmu hanya dapat dibedakan dalam nama dan istilahnya, sedangan hakikat dan substansi ilmu tersebut sebenarnya satu dan berasal dari tuhan yang satu, atas dasar paradigma ini, maka tidak ada dikotomi yang mengistimewahkan antara satu ilmu dengan ilmu lainnya.
Pendidikan saat ini dengan menatap era globalisasi yang diwarnai oleh pola hidup materialistik, hodonistik, pragmatis, dan positivistik yang cenderung diagungkan dan terkadang didewakan, tidak terkecuali umat yang beragama islam sehingga nilai norma-norma agama tidak terealisasi dalam kehidupan sehingga terjdi dua hal yang paradoks. Disatu sisi keadaan masyarakat dalam bobrok yang tidak lepas dari kegagalan pendidikan bangsa, dan disisi lain, tantangan hari esok sangat berat yang mengharuskan kondisi kebangsaan harus semangat, sekaligus juga mempunyai kemampuan lebih untuk mampu bersaing pada era tersebut.

A.Pengertian pendekatan pendidikan islam
Pendekatan adalah cara menghampiri atau mendatangi sesuatu. Pendidikan islam atau dalam pandangan yang sebenarnya adalah suatu sistem pendidikan yang memungkinkan seseorang yang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan cita-cita islam sehingga dengan mudah ia dapat membentuk hidupnya sesuai dengan ajaran islam. Pengertian tersebut dapat mengacu pada perkembangan kehidupan manusia dimasa yang akan datang, tanpa menghilangkan prinsip-prinsip islam sehingga ia mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

B.konsep-konsep pendekatan
Adapun contoh-contoh kosep dari pendekatan tersebut yaitu:
  • pendekatan pengalaman


pendekatan ini bertujuan untuk membentuk al-insan atau manusia peripurna. Manusia dalam kepribadian selalu mencerminkan sikap seorang muslim yang merealisasikan dengan penuh tanggung jawab hubungannya dengan sesama manusia (horizontal) serta ketundukan secara totalitas vertikal kepada sesama manusia
  • pendekatan rasional


pendekatan ini memberikan pengalaman kepada seseorang dalam rangka penanaman nilai-nilai dalam keagamaan baik secara individual maupun kelompok. Oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut pendidikan butuh pengalaman dalam aspek lain,”mengembangkan kualitas seorang yang diukur dari kemampuan mahasiswa terhadap dosen”.
  • Pendekatan Pembiasaan


Pendekatan pembiasaan, yaitu memberi kesempatan kepada peserta didik untuk senantiasa mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Setelah terbiasa, peserta didik akan merasa mudah untuk mengerjakan kegiatan-kegiatan keagamaan.
4.   
  •  Pendekatan Emosional

Pendekatan emosional adalah usaha untuk menggugah perasaan dan emosi peserta didik dalam memahami dan menghayati ajaran agama agar perasaannya bertambah kuat terhadap Allah SWT. sekaligus dapat merasakan mana yang baik dan mana yang buruk.
  • pendekatan Individual

Pendekatan individual merupakan pendekatan langsung dilakukan guru terhadap anak didiknya untuk memecahkan kasus anak didiknya tersebut. Pendekatan individual mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pengajaran. Atau pendekatan individual adalah suatu pendekatan yang melayani perbedaan-perbedaan perorangan siswa sedemikian rupa, sehingga dengan penerapan pendekatan individual memungkinkan
  • Pendekatan Fungsional

Pendekatan fungsional, yaitu penyajian materi ajaran agama Islam dengan penekanan pada segi kemanfaatan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari sesuai tingkat perkembangan mereka. Pembelajaran dan bimbingan untuk melakukan shalat misalnya, diharapkan berguna bagi kehidupan seseorang, baik dalam lehidupan individu maupun social. Melalui pendekatan fungsional ini, peserta didik dapat memanfaatkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
7.   
  •           Pendekatan Keteladanan

Pendekatan leteladanan adalah memperlihatkan keteladanan atau memberikan contoh yang baik kepada peserta didik. Guru yang senantiasa bersikap baik kepada setiap orang misalnya, secara langsung memberikan keteladanan kepada peserta didiknya. Keteladanan pendidik kepada peserta didiknya merupakan factor yang sangat penting dan menentukan keberhasilan pembelajaran. Hal ini disebabkan karena guru akan menjadi tokoh identifikasi dalam pandangan anak yang akan dijadikan sebagai teladan dalam mengidentifikasikan diri dalam kehidupan.

Kesimpulan
Pendekatan memiliki arti yang berbeda-beda tergantung kepada obyek apa yang akan menjadi tema sentral perencanaan kajian pemikiran yang akn dikembangkan. Namun dalm hal ini pendekatan yang dimaksud adalah suatu cara pandang tersebut adalah car pandang yang luas. Sedangkan pendidikan islam ialah bimbingan yang diberikan oleh pendidik kepada mahasiswa khususnya dilingkungan IAIN SULTAN AMAI GORONTALO lebih mengacu kepada FITK. Agar mampu berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran islam. Sehingga secara sederhana dpat dipahami bahwa pendekatan dalam pendidikan islam ialah suatu upaya atau cara yang dilakukan oleh pendidik dalam proses belajar mengajar untuk mendekati dan mengantarkan kependidikan dalam mengenal dan mencari  keridahan Allah.

Saran
Berdasarkan rumusan tentang pendekatan dan pendidikan islam diatas, maka penulis membuat suatu bentuk rumusan pendekatan dalam islam, yaitu suatu upaya atu suatu cara yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mengenal dan mencari keridahan Allah, membangun budi pekerti untuk berakhlak mulia serta mempersiapkan mahasiswa tersebut berkualitas layak dan berguna ditengah-tengah komunitas sosialnya dan mampu meraih kesempurnaan hidup dalam segala aspeknya.

Implikasi
Saya menyadari bahwa jurnal in sedikit mampu mengupas secara mendalam tentang pengertian pendekatan pendidikan dalam islam khususnya berada FITK dan konsep pendekatan pengalaman, pendekatan rasional. Oleh karena itu, penting rasanya untuk diutarakan bahwa saran dan kritik yang sifatnya membangun dari hasil diskusi sekiranya akan membantu dalam menyempurnakan jurnal mungkin masih banyak yang bisa dikaji tapi apalah daya pikiran seseorang hanya dapat diukur dari kemampuan dari kelebihan tersebut.


Friday, November 22, 2019

hubungan manusia dengan agama

Assalamualaikum warohmatullahi wr.wb.

sebelum kita masuk materi kita harus tau dahulu apa itu hubungan, agama dan manusi nah disini saya akan menjelaskan pengertian dari hubungan dan agama;

  • .penertian hubungan
Hubungan (relationship) adalah kesinambungan antara dua orang atau lebih yang memudahkan proses pengenalan satu akan yang lain. Hubungan terjadi dalam setiap proses kehidupan manusia Hubungan dapat dibedakan menjadi hubungan dengan teman sebaya, orang tua, keluarga, dan lingkungan sekolah Secara garis besar, hubungan terbagi menjadi hubungan positif dan negatif Hubungan positif terjadi apabila kedua pihak yang berinteraksi merasa saling diuntungkan  satu sama lain dan ditandai dengan adanya timbal balik yang serasi. Sedangkan, hubungan yang negatif terjadi apabila suatu pihak merasa sangat diuntungkan dan pihak yang lain merasa diinginkan Dalam hal ini, tidak ada keselarasan timbal balik antara pihak yang berinteraksi.Lebih lanjut, hubungan dapat menentukan tingkat kedekatan dan kenyamanan antara pihak yang berinteraksi. Semakin dekat pihak-pihak tersebut, hubungan tersebut akan dibawa kepada tingkatan yang lebih tinggi.
  • pengertian agama
Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama memiliki narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan mereka tentang kosmos dan sifat manusia, orang memperoleh moralitas, etika, hukum agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia.
  •  pengertian manusia
Secara umum manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain.
Seorang Antropologi Indonesia yaitu Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Pandangan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat tersebut menegaskan bahwa di dalam masyarakat terdapat berbagai komponen yang saling berinteraksi secara terus menerus sesuai dengan sistem nilai dan sistem norma yang di anutnya. Interaksi antar komponen tersebut dapat terjadi antara individu dengna individu, antara lain individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok.

Hubungan Manusia dengan Agama

Dalam masyarakat sederhana banyak peristiwa yang terjadi dan berlangsung disekitar manusia dan didalam diri manusia, tetapi tidak dipahami oleh mereka. yang tidak dipahami itu dimasukan kedalam kategori gaib. karena banyak hal atau peristiwa gaib ini menurut pendapat mereka, mereka merasakan hidup dan kehidupan penuh dengan kegaiban. menghadapi peristiwa gaib ini mereka merasa lemah tidak berdaya. untuk menguatkan diri, mereka mencari perlindungan pada kekuatan yang menurut anggapan mereka menguasai alam gaib yaitu dewa atau tuhan. karena itu hubungan mereka dengan para dewa atau tuhan menjadi akrab. keakraban hubungan dengan dewa-dewa atau tuhan itu terjalin berbagai segi kehidupan antara lain:
  1. sosial
  2. ekonomi
  3. kesenian dan sebagainya;
kepercayaan dan sistem hubungan manusia dengan para dewa atau tuhan itu membentuk agama. manusia, karena itu, dalam masyarakat sederhana mempunyai hubungan erat dengan agama.

Dalam masyarakat modern yaitu masyarakat yang telah maju, masyarakat yang telah memahami peristiwa-peristiwa alam dan dirinya melalui ilmu pengetahuan, keterangan kepada kekuatan yang dianggap menguasai alam gaib dalam masyarakat sederhana, menjadi berkurang bahkan dibeberapa bagian dunia menjadi hilang. perkembangan pemiiran manusia terhadap diri dan alam sekitarnya menjadi berubah. tibulah berbagai teori mengenai hubungan manusia dengan diri dan alam sekitarnya. salah-satu teori (pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa) yang banyak mempengaruhi perkembangan bagian ilmu pengetahuan.

selanjutnya adapun juga teori yang berbeda-beda pendapat menjelaskan tentang hubungan antara manusia dengan agama antara lain;Teori Agust comte yang terdapat dalam bukunya yang masyhur: course de la philosophie positiv (1842)

 Menurut Agust Comte dalam bukunya itu, sepanjang sejarah, sejak dahulu sampai skarang, pemikiran melalui tiga tahap
  1. Tahap teologik
  2. Tahap metafisik
  3. Tahap positiv
TAHAP-TAHAP PEMIKIRAN MANUSIA Menurut Agust Comte 
perkembangan pemikiran manusia terdiri atas tiga Tahap yaitu Tahap Teologik, lalu meningkat ketahap metafisik, kemudian mencapai tahap akhir yaitu tahap positif.
1. TAHAP TEOLOGIK 
Tahap teologik bersifat antropomorfik atau melekatkan manusia kepada selain manusia seperti alam atau apa yang ada dibaliknya. Pada zaman ini atau tahap ini seseorang mengarahkan rohnya pada hakikat batiniah segala sesuatu, kepada sebab pertama, dan tujuan terahir segala sesuatu. Menurutnya benda-benda pada zaman ini merupakan ungkapan dari supernaturalisme, bermula dari fetish yaitu suatu faham yang mempercayai adanya kekuatan magis dibenda-benda tertentu, ini adalah tahap teologis yang palin primitif. kemudian polyteisme atau mempercayai pada banyak Tuhan, saat itu orang menurunkan hal-hal tertentu seluruhnya masing-masing diturunkannya dari suatu kekuatan adikodrati, yang melatar belakanginya, sedemikian rupa, sehingga tiap kawasan gejala-gejala memiliki dewa-dewanya sendiri. Dan kemudian menjadi monoteisme ini adalah suatu tahap tertinggi yang mana saat itu manusia menyatukan Tuhan-Tuhannya menjadi satu tokoh tertinggi. Ini adalah abad monarkhi dan kekuasaan mutlak. Ini menurutnya adalah abad kekanak-kanakan.
2. TAHAP METAFISIK 
Tahap metafisik sebenarnya hanya mewujudkan suatu perubahan saja dari zaman teologik, karena ketika zaman teologik manusia hanya mempercayai suatu doktrin tanpa mempertanyakannya, hanya doktrin yang dipercayai. Dan ketika manusia mencapai tahap metafisika ia mulai mempertanyaan dan mencoba mencari bukti-bukti yang meyakinkannya tentang sesuatu dibalik fisik. Tahap metafisik menggantikan kekuatan-kekuatan abstrak atau entitas-entitas dengan manusia. Ini adalah abad nasionalisme dan kedaulatan umum, atau abad remaja. 
3. TAHAP POSITIF 
Tahap positif berusaha untuk menemukan hubungan seragam dalam gejala. Pada zaman ini seseorang tahu bahwa tiada gunanya untuk mempertanyakan atau pengetahuan yang mutlak, baik secara teologis ataupun secara metafisika. Orang tidak mau lagi menemukan asal muasal dan tujuan akhir alam semesta, atau melacak hakikat yang sejati dari segala sesuatu dan dibalik sesuatu. Pada zaman ini orang berusaha untuk menemukan hukum segala sesuatu dari berbagi eksperimen yang akhirnya menghasilan fakta-fakta ilmiah, terbukti dan dapat dipertanggung jawabkan. Pada zaman ini menerangkan berarti: fakta-fakta yang khusus dihubungkan dengan suatu fakta umum. Segala gejala telah dapat disusun dari suatu fakta yang umum saja. 3 zaman atau 3 tahap ini menurut Comte bukanlah suatu zaman yang berlaku bagi perkembangan rohani manusia tetapi juga berlaku bagi perkembangan rohani seluruh umat manusia, bahkan berlaku bagi perorangan, ketika muda ia seorang metafisikus dan ketika dewasa ia menjadi seorang fisikus. Ketika seorang masih perpandangan metafisikus ataupun teologis berarti ia masih berfikiran primitif walaupun ia hidup dizaman yang modern. Dan ketika orang berfikiran fisikus maka ia adalah seorang yang modern dimana pun ia berada. Pendapat ini didasarkan pada kecendrungan pernyataannya yang lebih menjurus kepada tahap dalam keyakinan manusia dari pada tahap zaman manusia. Selain itu tahap dalam 3 zaman ini bukan hanya berlaku dalam hal itu saja tetapi juga bias terjadi dalam ilmu pengetahuan itu sendiri. Yang asal mulanya ketika ilmu pengetahuan masih dikuasai oleh pengertian-pengertian teologis, sesudah itu dikeruhkan oleh pemikiran-pemikiran metafisis hingga akhirnya tiba pada zaman positif yang cerah yang mana meninggalkan bahkan melepaskan dari keberadaan unsur-unsur teologis dan metafisika. Oleh karena itu baginya Teologi dan filsafat barat abad tengah merupakan pemikiran primitive. Karena masih pada taraf pertanyaan tentang teologi dan metafisis. Baginya manusia tidak dapat mengetahui hakikat dari segala sesuatu, tetapi manusia dapat mengetahui keadaan-keadaan yang mempengaruhi terjadinya peristiwa. Pengetahuan positivisme mengandung arti sebagai pengetahuan yang nyata (real), berguna (useful), tertentu (certain) dan pasti (extact). Kaidah kaidah alam tidak pernah disederhanakan menjadi satu kaidah tunggal dan kaidah itu terdiri dari perbedaan-perbedaan. Akal dan ilmu menurutnya harus saling dihubungkan karena ilmu yang menurutnya cerapan dari sesuatu yang positif tetaplah harus memakai akal dalam pembandingannya, dan etika dianggap tinggi dalam hirarki ilmu-ilmu.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa agama, sangat perlu bagi manusia terutama bagi orang yang berilm, apapun disiplin ilmunya. sebenarnya, karena dengan agama dengan ilmunya akan lebih bermakna. bagi kita umat islam, agama yang bermaksud adalah agama yang kita peluk yaitu agama islam.
Kenapa ?
sebenarnya, karena agama islam adalah agama terakhir yang tetap mutakhir, agama yang selalu mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya untuk memahami ayat-ayat kauniyah (Sunnatullah) yang terbentang dialam semesta dan memahami ayat-ayat qar'aniyah yang terdapat didalam al-quran.
Sebagai penutup butir ini agaknya tidak ada salahnya juga kalau dikemukakan sebagai informai bahwa dikalangan ilmuwan islam pun penyatuan agama dengan ilmu itu telah menjadi cita-cita. Dengan mengikuti tradisi yang dikembangkan oleh Ghazali dengan ilmu fardu 'ain, yaitu yang wajib dituntut, diketahui dan diamalkan oleh setiap muslim dan muslimat dan ilmu fardu kifayah yaitu ilmu yang kalu dituntut orang lain menuntutnya pula, ibnu khalbun dengan ladunni atau ilmu yang diperoleh dari Allah tanpa usaha manusia dan insan yaitu ilmu hasil penalaran manusia.
Ilmu pengetahuan dibagi dua. pembagian ilmu dalam dua kelompok ini dipertegas oleh konferensi pendidikan islam dimekah tahun 1977 dengan nama
  1. Revaled knowledge, yaitu ilmu pengetahuan yang diwahyukin,
  2. Aquired knowledge, yaitu ilmu pengetahuan hasil penalaran manusia
Dikurikulum Universitas Islam Antar Bangsa Kuala Lumpur, Ilmu yang terdapat didalam al-quran (Revealed Knowledge) itu disebutkan ilmu illahi (ilmu Allah) sedang ilmu yang dikembangkan dari hasil penalaran (Aquired knowledge) disebut ilmu insani (ilmu manusia). Didalam kepusatakaan islam itu jenis pertama disebut ilmu yang bersumber dari ra'yu. kedua macam ilmu pengetahuan ini perlu dibedakan tetapi tidak boleh dipisahkan, seperti tradisi ilmu yang berasal dari barat (semata-mata insani) yang diajarkan diperguruan-perguruan tinggi ditanah air kita. Dalam kebangkitann islam dan untuk kejayaan umat uslam dimasa yang akan datang dari Allah yang terdapat dalam ajaran agama menjadi dasar atau titik tolak pengembangan ilmu insani atau ilmu yang dikembangkan oleh penalaram manusia. ilmu insani tidak boleh bertentangan dengan ilmu illahi.

sekian dan banyak terima kasih 
asalamualaikum warohmatullahi wr.wb.


Monday, November 18, 2019

Kebijakan dalam masyarakat

DEVINISI DAN RUANG LINGKUP KEBIJAKAN PUBLIK

Dalam berbagai literatur, kebijakan publik Didevinisikan secara beragam, karena dalam suatu disiplin ilmu terdapat presfektif atau cara pandang yang bervariasi. Dari berbagai devinisi, kebijakan publik memiliki lingkup yang sangat luas. Hoogwood dan Gunn (1984) 5 penggunaan istilah kebijakan, yang menunjukan makna yang Berbeda-beda:

1. Kebijakan sebagai label untuk sebuah aktivitas, misal: kebijakan pendidikan, kebijakan industri;
2. Kebijakan sebagai ekspresi tujuan umum atau aktivitas negara yang diharapkan, misal kebijakan tentang pelayanan publik yang berkualitas dan terjangkau oleh seluruh masyarakat, kebijakan pengurangan angka kemiskinan;
3. Kebijakan sebagai proposal spesifik, misal kebijakan pengurangan subsidi bahan bakar minyak;
4. Kebijakan sebagai keputusan pemerintah, misal kappres, keputusan menteri;
5. Kebijakan sebagai otorisasi formal, misal keputusan DPR;